Text
Yang Tertinggal
Alhamdulillah…Akhirnya saya berhasil menyesaikan e-book pertama saya. Sebuah e-book yang saya beri judul “Yang Tertinggal”, berisi enam cerita pendek remaja. Kisah-kisah remaja yang beragam saya paparkan dalam untaian kata di setiap kisahnya. Percintaan, pertemanan, pengorbanan, semua terajut dalam kisah khas remaja dalam e-book ini.
Saya berharap e-book ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Dan tak lupa, rasa terima kasih saya ucapkan kepada sahabat saya yang telah memberi semangat berkreasi kepada saya.
Terima kasih kepada sahabat saya, Wiwit. Yang telah bersedia membaca, mengomentari dan mengikuti setiap cerpen yang saya tulis. Serta support-nya yang selalu dia berikan kepada saya.
Tak lupa, terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman facebook saya. Indri, Dede, Rosi, O Lihin, dan lain-lain yang bersedia berbagi ilmu tentang kepenulisan. Meskipun hanya bertemu dalam layar komputer atau handphone, tapi mereka seperti ada di samping saya dan men-support saya.
Spesial, untuk PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng) yang telah memberi banyak inspirasi dalam hidup saya. Di situlah awal saya berani mempublikasikan tulisan saya. Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan kepada saya dari ‘sesepuh’ PNBB. Juga teman-teman PNBB yang selalu menghiasi hidup saya.
Semoga kisah yang saya tulis dapat di terima dan bermanfaat. Kisah-kisah yang ada di dalam e-book ini berkisar tentang kehidupan remaja dan realitanya saat ini. Booming-nya situs jejaring sosial, kontroversi UAN, persahabatan, sampai cinta tak lepas dari kehidupan sehari-hari remaja, yang jika tidak diarahkan dengan baik akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan moralnya.
Cerpen-cerpen ini hadir untuk menampilkan sisi kehidupan remaja dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka, bahwa di atas semuanya, pendidikan dan persahabatan jauh lebih penting daripada cinta dan bayang semu.
Semoga dengan hadirnya e-book ini, para remaja lebih mawas diri dalam bersikap, tidak mudah tertipu dengan semunya dunia maya, juga tidak mudah tergerus oleh cinta-cinta semu ketika seragam putih abu-abu masih melekat, sebab hidup kita masih panjang, masih jauh lebih banyak hal dan ilmu bermanfaat yang bisa dilakukan untuk meraih masa depan.
(Pustaka Hanan)
Tidak tersedia versi lain